Aku benci ketika harus mengetahui apa yg tidak aku suka terjadi kepadaku, aku benci harus menerima sesuatu yang tak sanggup aku lakukan. Aku bukanlah pengecut, hanya saja itu datang disaat aku tidak siap. Aku bukanlah sang lemah, hanya saja itu terlalu cepat untukku menerima. Aku memang tak pandai meminta, aku hanya mampu menggambarkan kesedihanku. Akupun tak pandai menahan, hanya luapan kekecewaan yang mampu aku perlihatkan.

Tapi hidup tak hanya sampai disini kawan. Aku harus bangkit melawan rasa kecewa itu, aku harus dapat berdiri tegak menepis rasa sakit itu, akupun harus mampu tersenyum melewati masa-masa sulit, dan aku harus dapat berjalan menopang segala kesalahan dimasa lalu.

Lihatlah hei kau Lelaki yang pernah singgah dihatiku, aku disini tlah dapat melawan segala apa yg sebelumnya tak dapat aku terima. Dan perlu kau ketahui wahai Lelaki, karna ucapanmu lah yg membuatku menangis kini mampu membuatku bangkit menggapai mimpiku, serta kan ku buktikan pada dunia dan engkau wahai Lelaki bahwa aku mampu berdiri tegak menopang segala keluh kesah yang pernah ada. Bahwa kelak suatu saat akan kau temui diriku menjadi lebih baik dalam keadaan yang sebenarnya tidak pernah terbayangkan olehmu.

Ingatlah wahai Lelaki, wanita tak selamanya Lemah. Mereka hanya akan terlihat lemah ketika kau menghancurkannya saat itu juga. Setelah itu, mereka bahkan akan jauh lebih kuat dari dirimu. Hanya saja kau Lelaki terlalu pandai menyembunyikan perasaanmu dari pada seorang wanita yang Nampak terlihat menangis ketika tersentuh hatinya. Itulah sebabnya kau wahai Lelaki mampu mengatakan bahwa wanita makhluk yang lemah, Salah karna dibalik tangisnya itulah yang menjadikan dirinya jauh lebih kuat dibandingkan dirimu hai Lelaki.

Ibuku selalu berkata, “Janganlah kamu menyakiti perasaan Lelaki.” Dengan lantang akupun menjawab, “Aku bisa saja. Lalu bagaimana jika ia yang menyakitiku?” Sambil menghela nafas ibu menjawab, “Ikhlaskan. Kelak suatu saat ia akan menyesal karna telah menyakiti hati seorang wanita yang mencintainya, karna ia takkan pernah bisa mendapatkan seseorang yang cintanya tulus melebihimu.” Aku terdiam dan menangis.

Tahukah kau wahai Lelaki kenapa wanita terlalu menggunakan perasaannya dari pada Akal pikirannya? Wanita memang lebih menyukai menggunakan perasaannya Bukan karna mudah untuk kau sakiti, karna memang Perasaan wanita itu terlalu berharga untuk tidak digunakan. Bukankah kau wahai Lelaki pernah membaca sepenggal kisah Mengapa Tuhan menciptakan Air Mata kepada Wanita, setidaknya kau tau walau tak baca. Tuhan menciptakan Air Mata kepada Wanita begitu berharga hei Lelaki, hal itu dikatakan istimewa. Karna air mata bisa membuatnya Menangis dikala Sedih, Menangis dikala Terharu, Menangis dikala Bangga, bahkan Menangis dikala Suka.

Hormatilah Wanitamu seperti layaknya kau menghormati Ibumu, maka ia akan dengan segenap hati menghormati layaknya seorang Lelaki yang memimpin. Jangan sekali-kali kau mencoba berbohong kepadanya, karna sekali kau dapat berbuat bohong kepadanya maka kau akan mengulanginya lagi. Dan ketika kamu mulai membohonginya, jangan salahkan wanita jika tiba-tiba ia mengetahuinya dan mulai sedikit mengikis rasa kepercayaannya kepadamu. Bukan karna ia tak lagi percaya kepadamu wahai Lelaki, tapi karna ia Terlalu MEMPERCAYAIMU makanya ia sedikit lebih hati-hati agar kau tak lagi membohonginya. Ketahuilah, membangun suatu Kepercayaan diatas Kebohongan itu sangat sulit. Tapi tidak dengan Wanita, bahkan wanita bisa percaya kembali ketika ia telah mengetahui bahwa ia pernah dibohongi. Hal yang wajar, karna besarnya rasa Percaya wanita terhadap Lelaki dan besarnya Cinta dan Sayang itulah yang mampu membunuh lukanya dan mampu Percaya kembali.

Dengarlah wahai Lelaki, wanita yang mampu mengeluarkan air matanya dihadapanmu tanpa ada kata yang sanggup keluar dari bibir manisnya itulah yang benar-benar tulus memberikan Cintanya kepadamu hei Lelaki.

Love My Lord, Henry Crestfall🙂