Tulusnya hati kadang sulit dibedakan, antara ikhlas ataupun tidak. Tidak sedikit diantara kita yang dapat mengatakan IKHLAS namun dihati masih terasa mengganjal akan ketidakIKHLASan tersebut. Teorinya, seseorang yang benar-benar tulus maka secara langsung hatinya akan terPUASkan dengan apa yang telah ia ikhlaskan, tidak ada perasaan sedikitpun yang membuatnya merasa ingin hal itu kembali.

Dalam hal Menerima dan Memberi sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa kita sadari ketika kita terbangun dari tidur dipagi hari, kita harus menerima hal-hal apa yang akan terjadi dihari itu dan memberikan sesuatu yang terbaik agar dapat melewatinya dengan baik. Namun sulit rasanya jika kita memberi dan menerima yang dilandaskan dengan CINTA, karna tidak sembarang hal dapat dilakukan dengan CINTA. Apalagi jika harus disertai dengan keTULUSan cinta antara seseorang yang kita sendiri belum tentu mengenalnya.

Cinta yang TULUS, yang tidak hanya melihat kita dari apa yg kita miliki dan apa yg tidak kita miliki. Melainkan, bagaimana caranya kita menCINTAi seseorang dari segi kekurangannya, karna kalau kita saja sudah bisa menerima cinta itu dari kekurangannya maka sudah dipastikan kita akan bangga terhadap kelebihan yang dimilikinya 

Cinta yang tulus yang dapat memberikan rasa NYAMAN, memberikan kekuatan disaat kita LEMAH, membangkitkan semangat dikala terJATUH, menyejukkan hati ketika amarah terbendung. Kali ini aku bertemu dengan cinta yang mempesona, yang mampu hadir dikala HATI terluka dan membutuhkan cinta darinya. Bukan emosi sesaat, bukan pula kesenangan sesaat, tapi cinta yang TULUS darinya itulah yang mampu membuat aku dapat melihat apa yang seharusnya aku lakukan.

Melakukan segalanya dengan rasa TULUS dapat menjadikan segalanya terasa sejuk. Begitu pula dengan cinta, menCINTAi dengan keTULUSan itulah yang selalu aku hadirkan untuk dirinya. Menjadikannya satu-satunya dan meniadakan masa lalu ku. Selalu berusaha melakukan yang terbaik semampu aku, tapi jika dirinya masih merasa ini tak sebaik yang di inginkannya, maka saat itulah aku akan mencoba memelankan langkahku.

_070710_

-mas-