Tak perlu lagi ada kata-kata,, aku hanya ingin diam. DIAM,, bukan berarti aku tak memahami, bukan berarti bodoh, bukan berarti aku tak mampu menghargai, bukan berarti gagu… Tapi DIAM adalah sesuatu pertanda,, bahwa dengan diam aku mampu memaknai sesuatu, bahwa diam aku mencoba berfikir, bahwa dengan diam aku belajar menghargai sesuatu, bahwa diam aku merenungkan kesalahanku, diam berarti mencoba bersabar, bahwa diam untuk mengalah demi suatu ego.

Aku hanya ingin diam!! Apakah tak pernah tercetus dalam anganmu bahwa diam itu indah? Meskipun pernah ada seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa “DIAM mampu membuat kita kehilangan sesuatu”. Tapi apakah pernah terfikir olehnya,, bahkan dengan aku diam berarti aku mencoba berfikir bagaimana cara mendapatkannya kembali sesuatu yang telah hilang tersebut.

Benar sekali,, tak ada suatu yang pasti apakah DIAM itu salah ataukah benar. Bahkan baik salah ataupun benar, semuanya memiliki alasan yang berbeda dengan suatu kondisi yang berbeda pula. Yang aku tahu, suatu kondisi dengan alasan diam itu dapat dikatakan tepat untuk aku meskipun pandangan orang lain salah karena aku diam pada saat yang kurang tepat. Mengapa bisa demikian?? Sebenarnya segala sesuatu dapat di mengerti kalau aku dan lawan bicara aku dapat saling memahami dan memaknai setiap kata yang terucap maupun yang tak terucap.

Aku hanya mampu diam, bukan berarti aku tak mampu berucap. Banyak hal yang mungkin tak mampu aku ucapkan, justru dengan diam aku merasa segala sesuatunya mampu aku ucapkan dalam hati. Dengan diam pula aku mampu merasakan seperti apa hal yang aku rasakan, aku mampu menampungnya sendiri bahkan aku mampu mengobati setiap hal yang terjadi baik atau buruknya.

Aku hanya ingin DIAM…ya,, mungkin aku memang hanya mampu DIAM.